Home » Archive for 2019
EKONOMI MONETER

FUNGSI DAN TUJUAN MEMEGANG UANG
Uang mulai banyak digunakan dalam masyarakat. Penggunaan uang oleh
masyarakat karena uang memiliki empat fungsi:
1. Uang sebagai alat tukar-menukar (medium of exchange). Dalam sistem
pertukaran barter, uang mensyaratkan adanya double coincidence
Dengan adanya "uang" yang diterima secara umum sebagai alat tukar
maka syarat double coincidence tersebut menjadi tidak relevan lagi
2. Uang sebagai satuan nilai (measure of value). Dalam fungsinya uang
sebagai satuan pengukur nilai, maka setiap barang yang dipertukarkan
dapat dinilai dengan satuan uang tertentu. Uang dipakai untuk
menunjukkan nilai berbagai macam barang dan jasa yang
diperjualbelikan, menunjukkan besamya kekayaan, dan menghitung
besar kecilnya pinjaman. Uang juga dipakai untuk menentukan harga
barang/jasa. Sebagai alat satuan hitung, uang berperan untuk
memperlancar pertukaran barang.
3. Uang sebagai standar atau ukuran pembayaran yang tertunda (standard
for deferred payments)
4 Uang sebagai alat penyimpan nilai dan kekayaan (store of value dan
store of wealth). Sebagai penyimpan nilai atau kekayaan, uang
digunakan untuk mengalihkan daya beli dari masa sekarang ke masa
mendatang. Ketika seorang penjual saat ini menerima sejumlah uang
sebagai pembayaran atas barang dan jasa yang dijualnya, maka ia dapat
menyimpan uang tersebut untuk digunakan membeli barang dan jasa di
masa mendatang
Sehubungan dengan fungsi-fungsi uang tersebut, maka seseorang yang
memegang uang setidaknya dilandasi tiga motif yaitu:
1. Motif Transaksi (Transaction Motive)
Motif transaksi adalah dorongan orang memegang untuk kebutuhan
transaksi atau pembayaran, baik yang dilakukan oleh rumah tangga
konsumen ataupun rumah tangga perusahaan. Bagi rumah tangga konsumen,
motif transaksi berkaitan dengan pembayaran pemakaian listrik, telepon dan
Posted by SHARE IT SHARE IT
at 19.34,
Add Comment
Read more
FILSAFAT KEBAKAN

FILSAFAT DASAR DALAM PENCEGAHAN
KECELAKAAN TERMASUK BAHAYA KEBAKARAN/PELEDAKAN
1. Sebelum 1911
Penyebab dasar terjadinya kecelakaan Nasib (Force Majeure)
Penyebab dasar terjadinya kecelakaan Kondisi yang tidak aman
(Unsafe Condition)
(Unsafe Condition)
Penyebab dasar terjadinya kecelakaan ------>HW. Heinrich dalam bukunya berjudul "Industrial Accident Prevention"
88% Tindakan yang tidak aman (Unsafe Acts)
10% Kondisi yang tidak aman (Unsafe Condition)
2% Nasib (Force Majeure)
10% Kondisi yang tidak aman (Unsafe Condition)
2% Nasib (Force Majeure)
Kesimpulan di atas sebagai hasil penelitian "HW HEINRICH" pada 75.000 kasus kecelakaan yang diambil secara acak (random) dari klaim
asuransi di berbagai macam perusahaan/industri di Amerika Serikat.
RASIO SEGITIGA KECELAKAAN HW. Heinrich)
1
Kecelakaan berat/fatal (Major Injury)
29
Kecelakaan ringan (Minor Injuries)
300
Kecelakaan tidak berakibat luka (No Injury
Accident)
4. 1969-sekarang
Menurut teori "Frank E. Bird Jr" (The Executive Director of International Loss Control Institute-USA)
Penyebab dasar terjadinya kecelakaan (Accident atau Insiden adalah adanya "Ketimpangan Manajemen sodang unsafe acts dan unsafe condition hanya merupakan gejala saja
Kesimpulan di atas sebagai hasil penelitian terhadap 1.753.980 kasus
kecelakaan yang terjadi di Amerika Utara yang dilaporkan oleh 297
perusahaan industri yang mewakili 21 kelompok perusahaan industri
dengan jumlah tenaga kerja sebanyak 1750000 orang yang bekerja lebih
dari 3000000 jam kerja orang (Manhours Works)
RASIO SEGITIGA KECELAKAAN (Frank Bird JR)
Kecelakaan berat/fatal (Serious or Disabling Injury)
Kecelakaan ringan (Minor Injuries)
30
Kerusakan alat (Property Damages)
600
Hampir celaka (Near Miss Accidents)
BATASAN
Accident (HW. Heinrich: Suatu kejadian yang tidak direncanakan dan
tidak dikehendaki yang mengakibatkan luka
atau cidera
(An accident is an undesired event that result
in physical harm to a person).
Incident (Frank E. Bird)Suatu kejadian yang tidak dikehendaki, yang
mengakibatkan turunnya efisiensi dari suatu
kegiatan bisnis
(An incident is an undesired event that could
downgrade the efficiency of the business
operation or damage to property).
_____________ halaman 2 __________
PENCEGAHAN DAN PENANGGULANGAN
BAHAYA KEBAKARAN
Bahaya Kebakaran
Adalah bahaya yang ditimbulkan oleh adanya nyala api yang tidak terkendali.
Adalah bahaya yang ditimbulkan oleh adanya nyala api yang tidak terkendali.
PENCEGAHAN BAHAYA KEBAKARAN
Adalah segala usaha yang dilakukan agar tidak terjadi penyalaan api yang tidak
terkendali
Kalimat tersebut mengandung dua pengertian
Pertama : Penyalaan api belum ada dan diusahakan agar tidak terjadi penyalaan
api.(misalnya di tempat-tempat pembelian bensin, di gudang-gudang
Adalah segala usaha yang dilakukan agar tidak terjadi penyalaan api yang tidak
terkendali
Kalimat tersebut mengandung dua pengertian
Pertama : Penyalaan api belum ada dan diusahakan agar tidak terjadi penyalaan
api.(misalnya di tempat-tempat pembelian bensin, di gudang-gudang
yang mudah terbakar, dsb)
Kedua Penyalaan api sudah ada dan diusahakan agar api tersebut tetap
Kedua Penyalaan api sudah ada dan diusahakan agar api tersebut tetap
terkendali. (misalnya di ruang-ruang pembakaran seperti ketel
uap/boiler, furnace, disb)
uap/boiler, furnace, disb)
PENANGGULANGAN BAHAYA KEBAKARAN
Mengandung arti bahwa peristiwa kebakaran sudah terjadi, sehingga
menimbulkan bahaya terhadap keselamatan jiwa, harta benda maupun lingkungan.
Mengandung arti bahwa peristiwa kebakaran sudah terjadi, sehingga
menimbulkan bahaya terhadap keselamatan jiwa, harta benda maupun lingkungan.
TINDAKAN AWAL
Pada saat kejadian kebakaran, tindakan awal adalah sangat menentukan karena
pada saat itu api masih kecil dan mudah dikendalikan. Karena itu tindakan awal
haruslah cepat dan tepat, dan untuk ini diperlukan pengetahuan tentang cara-cara
pencegahan dan penanggulangan kebakaran yang baik.
Pada saat kejadian kebakaran, tindakan awal adalah sangat menentukan karena
pada saat itu api masih kecil dan mudah dikendalikan. Karena itu tindakan awal
haruslah cepat dan tepat, dan untuk ini diperlukan pengetahuan tentang cara-cara
pencegahan dan penanggulangan kebakaran yang baik.
API DAN UNSUR-UNSURNYA
Api terjadi dari tiga unsur, yaitu : - bahan bakar/bahan bisa terbakar
Api terjadi dari tiga unsur, yaitu : - bahan bakar/bahan bisa terbakar
panas/adanya minimum temperatur
-oksigen/bahan oksidator
-oksigen/bahan oksidator
_____________Halaman 3___________
Dan nyala adalah seatu recksi berantai antara keg: incepat dan seimbang. Bila salah satu unsur tersebut tidak ada atau kadarrya
berkurang, maka tidak akan terjadi nyala api
berkurang, maka tidak akan terjadi nyala api
BAHAN-BAHAN MUDAH TERBAKAR, CONTOH:
1.Bahan padat
kayu, kertas, karet, plastik, dlsb/bila terbakar meninggalkan
1.Bahan padat
kayu, kertas, karet, plastik, dlsb/bila terbakar meninggalkan
arang/abu
2.Bahan cair bensin, spiritus, solar, oli, dls
3. Bahan gas
acetylene (CH). propan (CH), butan (CH10), LNG
2.Bahan cair bensin, spiritus, solar, oli, dls
3. Bahan gas
acetylene (CH). propan (CH), butan (CH10), LNG
(Liquefied Natural Gas), dls
Sifat penyalaan dari bahan padat, cair dan gas terdapat perbedaan
Sifat penyalaan dari bahan padat, cair dan gas terdapat perbedaan
Ada 4 batasan yang perlu diketahui berkaitan dengan cairan mudah
terbakar/menyala (flammable liquids)
1. FLASH POINT adalah temperatur terendah yang diperlukan untuk
terbakar/menyala (flammable liquids)
1. FLASH POINT adalah temperatur terendah yang diperlukan untuk
menghasilkan sejumlah uap untuk membentuk nyala api setelah
bercampur udara
2. FIRE POINT dan temperatur terendah yang diperlukan dimana
2. FIRE POINT dan temperatur terendah yang diperlukan dimana
campuran uap dan udara akan menimbulkan kebakaran berkelanjutan
setelah terjadi penyalaan Biasanya terjadi beberapa derajat diatas titik
nyala (flash point)
3 IGNITION TEMPERATURE, adalah temperatur dimana campuran uap
nyala (flash point)
3 IGNITION TEMPERATURE, adalah temperatur dimana campuran uap
mudah menyala/terbakar (flammable liquids) dan udara akan terbakar
tanpa adanya nyala api.
4. FLAMMABLE or EXPLOSIVE RANGE, adalah presentasi uap bahan
4. FLAMMABLE or EXPLOSIVE RANGE, adalah presentasi uap bahan
mudah menyala/terbakar atas dan bawah, dimana pada batas tersebut uap
dapat terbakar bila ada sumber nyala api.
Contoh : CO, memiliki explosive range 1-50%, bila kandungan di udara
dapat terbakar bila ada sumber nyala api.
Contoh : CO, memiliki explosive range 1-50%, bila kandungan di udara
lebih dari 1 atau kurang dari 50 bagian dari uap CO2 maka
campuran tersebut dapat menimbulkan bahaya
kebakaran/peledakan.
_______halaman 04__________
OKSIGEN (O
Persentase oksigen di udara bebas adalah 21% dan suatu tempat dinyatakan masih
memiliki keaktifan pembakaran bila kadar oksigennya lebih dari 15%, Sedang
pembakaran tidak akan terjadi bila kadar oksigennya kurang dari 12%
SEGITIGA API (Fire Triangle)
Nyala api terjadi karena adanya tiga unsur, yaitu "bahan-bakar" (fuel). "panas"
(heat) dan oksigen" (O2). Dalam bahasa teknisnya, kebakaran adalah terjadinya
reaksi kimia dan dasar-dasar cara pemadaman api adalah "merusak reaksi kimia
terjadinya api"
Bahan bakar
(Fuel)
Panas (Heat)
Oksigen
(Oxygen)
Gambar 1: "SEGITIGA API" (Fire Triangle)
__________halaman 5_________
Beberapa cara dan pemadaman api. yaitu
i.Cara Penguraian
(STARVATION)
Penguraian dengan
yaitu "memisahkan/menyingkirkan" atau membatasi adanya bahan-bahan yang
mudah terbakar.
bahan bakar
(Fuel)
Panas (Heat)
Oksigen
(Oxygen)
Gambar 2:CARA PENGERTIAN (Starvation)
Pada umumnya cara penguraian adalah sulit dan berbahaya, misalnya
kebakaran pada tangki minyak, kebakaran gas, dis
2. Cara Pendinginan (COOLING), yaitu dengan menurunkan panas
sehingga temperatur bahan yang terbakar turun sampai di bawah titik
nyala (flash point).
Bahan bakar
(Fuel)
Panas (Heat)
Oksigen
Oxygen)
Gambar 3 : CARA PENDINGINAN (Cooling)
__________halaman 6__________
Pendinginan adalah pemakaian bahan pemadaman api yang bersifat
menyerap panas dan pada umumnya menggunakan air baik dalam bentuk
jet, spray atau busa.
3. Cara Isolasi (SMOTHERING), yaitu dengan menurunkan kadar oksigen
dampai di bawah 12% atau mencegah terjadinya reaksi dengan oksigen.
Prinsip mengurangi oksigen (dilution), misalnya dengan menyemprotkan
gas CO2
Bahan bakar
(Fuel)
Panas (Heat)
Oksigen
(Oxygen)
Gambar 4. CARA ISOLASI (Smothering)
Cara mengisolir oksigen dapat dilakukan dengan menutup permukaan
yang terbakar, misalnya dengan blanket (gas CO, dan cairan mudah
menguap), busa kimia atau busa mekanik, dls
4. Memutus Reaksi Api (STOP THE REACTION), sesuai hasil studi di
Amerika Serikat selain dengan cara starvation, cooling, dan smothering
ada unsur keempat yang disebut "Tetrahedron Of Fire", yaitu teori radikal
bebas yang ternyata memiliki peranan besar dalam proses terjadinya nyala
api. Bahan pemadam api yang berfungsi memutus reaksi nyala api adalah
jenis serbuk kimia kering (dry chemical powder) dan gas Halon/Pasca
Halon. (NFPA 1960 - The chemical aspects of fire extinguishments).
_________halaman 07________
Bahan bakar
(Fuel)
Panas (Heat)
Oksigen
(Oxygen)
Gambar 5 : MEMUTUS REAKSI API (Stop The Reaction)
Sumber panas vang dapat menimbulkan bahaya kebakaran
1 Matahari
2 Listrik
Panas dari energi mekanik
Panas dari energi kimia
S Kompresi udara
Panas dapat berpindah tempat melalui tiga cara
1. Radiasi (pancaran), adalah paparan langsung ke arah tegak lurus melalui
pancaran gelombang elektromagnetik.
2. Konveksi (perbedaan tekanan udara), adalah perpindahan panas melalui
gerakan udara
3. Konduksi (rambatan), adalah perpindahan panas melalui media. Seperti di
balik ruangan yang terbakar dapat membakar material di ruangan
sebelahnya, panas dapat menembus melalui dinding
SEBAB-SEBAB KEBAKARAN
1. Karena kelalaian, misalnya
2. Kurang pengertian dalam pencegahan bahaya kebakaran
b. Kurang hati-hati dalam menggunakan alat atau bahan
_________halaman 08_________
c. Kurang kesadaran alau tidak disiplin
Contoh-contohnya :
a. Merokok sambil tidur-tiduran
b. Mengisi minyak pada kompor yang menyala
c. meletakkan bahan mudah terbakar sembarangan
d. Mengganti kawat sekering dengan kawat sembarangan
e. Lupa mematikan kompor, alat-alat listrik, dsb
f. Mengelas dekat bahan-bahan mudah terbakar
2. Karena peristiwa alam, misalnya :
a. Sinar matahari dapat mengakibatkan kebakaran gudang (gudang mesiu,
gudang bahan kimia, dls)
b. Letusan gunung berapi
c. Gempa bumi
d. Petir/halilintar
e. Angin topan
3. Kebakaran yang terjadi karena penyalaan sendiri (Auto-Ignition)
4. Kebakaran yang disebabkan oleh unsur kesengajaan dengan tujuan
sabotase, mencari keuntungan pribadi, menghilangkan jejak, dls.
KLASIFIKASI KEBAKARAN
1. Tujuan : agar dapat ditentukan sistem pemadaman api yang tepat
2. Batasan yang dimaksud klasifikasi kebakaran adalah penggolongan atau
pembagian kelas kebakaran berdasar atas jenis bahan yang
terbakar.
3. Teori : terjadinya perkembangan atau perubahan klasifikasi kebakaran
disebabkan oleh:
ditemukan dan dipakainya jenis bahan bakar baru yang
memiliki sifat berbeda dengan bahan bakar lainnya.
makin intensifnya pemakaian bahan bakar, baik dari segi
kuantitas maupun kualitas.
______halaman 09______
aitanuannya jenis-jonis bahan pemadam api wu yang lebih
efektif bagi kelas kebakaran tertentu
4. Perkembangan klasifikasi kebakaran
) Sebelum 1920 (diikuti oleh negara-negara seperti Amerika Utara,
Australia, Afrika Selatan dan Jepang)
Klasifikasi ini berdasar Underwriters Laboratories Amerika Serikat
Kelas A :Bahan bakar padat
Contoh : Kain, kertas, kayu, karet, plastik, disb
Kelas B Bahan bakar cair dan padat lunak (grease)
Contoh bensin, solar, spiritus, oli, dls
Kelas c Kebakaran listrik
Malah kebakaran Komponen/peralatan dimana terlibat
adanya listrik Hidup Bertepian
2) Sesudah 1970 (Klasifikasi Eropa
Klasifikasi ini dikeluarkan di Eropa pada Juni 1970 sewaktu diadakan
konvensi internasional ofch Komite Normalisasi Eropa (Comite Europeen
de Normalisation)
Kelas A Bahan bakarnya bila terbakar meninggalkan arang atau abu
Kelas B Bahan bakar cair
Contoh : bensin, solar, spiritus, oli, dls
Kelas :Bahan bakar gas (gas yang dicairkan)
Contoh : LNG, LPG (Propane, Butane), dsb
Kelas D Bahan bakar logam
Contoh : magnesium, titanium, zirconium, potassium, disb
3). Klasifikasi NFPA
NFPA (National Fire Protection Association) adalah suatu lembaga di
Amerika Serikat yang menangani ilmu pengetahuan dan pengembangan
_________halaman 10___________
tentang fire protection dalam rangka melindungi jiwa, harta beode za
lingkungan dari bahaya kebakaran.
Kelas A : Bahan bakarnya bila terbakar meninggalkan arang atau abu.
Kelas B : Bahan bakar cair atau yang sejenis (flammable liquids)
Kelas C : Kebakaran listrik (energized electrical equipments)
Kelas D : Kebakaran logam, seperti magnesium, powder aluminium,
kalium, titanium, zirconium, potasium, dls.
4). Klasifikasi U.S. COAST GUARD (Amerika Serikat)
Kelas A :Bahan bakar padat
Kelas B :Bahan bakar cair, dengan titik nyala lebih kecil dari 170
derajat F dan tidak larut dalam air (misalnya bensin,
benzene, dil).
Kelas C Bahan bakar cair, dengan titik nyala lebih kecil dari 170
derajat F dan larut dalam air (misalnya aceton, ethanol,
dil)
Kelas D
Kelas E
Kelas F
Kelas
Bahan bakar cair, dengan titik nyala sama dengan atau
lebih tinggi 170 derajat F dan tidak larut dalam air
(misalnya minyak kelapa, minyak ikan paus, minyak
trafo, dll)
:Bahan bakar cair, dengan titik nyala sama dengan atau
lebih tinggi 170 derajat F dan larut dalam air (Misalnya
gliserol, etilen, glikol, dll).
: Bahan bakar logam (misalnya magnesium, titanium
zirconium, potassium, dll).
: Kebakaran listrik
5). Klasifikasi Indonesia
Menurut Peraturan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi No.
Per.04 Men/1990, tanggal 14 April 1980 tentang syarat-syarat
Pemasangan dan Pemeliharaan Alat Pemadam Api Ringan (APAR).
__________Halaman 11__________
campuran tersebut dapat menimbulkan bahaya
kebakaran/peledakan.
_______halaman 04__________
OKSIGEN (O
Persentase oksigen di udara bebas adalah 21% dan suatu tempat dinyatakan masih
memiliki keaktifan pembakaran bila kadar oksigennya lebih dari 15%, Sedang
pembakaran tidak akan terjadi bila kadar oksigennya kurang dari 12%
SEGITIGA API (Fire Triangle)
Nyala api terjadi karena adanya tiga unsur, yaitu "bahan-bakar" (fuel). "panas"
(heat) dan oksigen" (O2). Dalam bahasa teknisnya, kebakaran adalah terjadinya
reaksi kimia dan dasar-dasar cara pemadaman api adalah "merusak reaksi kimia
terjadinya api"
Bahan bakar
(Fuel)
Panas (Heat)
Oksigen
(Oxygen)
Gambar 1: "SEGITIGA API" (Fire Triangle)
__________halaman 5_________
Beberapa cara dan pemadaman api. yaitu
i.Cara Penguraian
(STARVATION)
Penguraian dengan
yaitu "memisahkan/menyingkirkan" atau membatasi adanya bahan-bahan yang
mudah terbakar.
bahan bakar
(Fuel)
Panas (Heat)
Oksigen
(Oxygen)
Gambar 2:CARA PENGERTIAN (Starvation)
Pada umumnya cara penguraian adalah sulit dan berbahaya, misalnya
kebakaran pada tangki minyak, kebakaran gas, dis
2. Cara Pendinginan (COOLING), yaitu dengan menurunkan panas
sehingga temperatur bahan yang terbakar turun sampai di bawah titik
nyala (flash point).
Bahan bakar
(Fuel)
Panas (Heat)
Oksigen
Oxygen)
Gambar 3 : CARA PENDINGINAN (Cooling)
__________halaman 6__________
Pendinginan adalah pemakaian bahan pemadaman api yang bersifat
menyerap panas dan pada umumnya menggunakan air baik dalam bentuk
jet, spray atau busa.
3. Cara Isolasi (SMOTHERING), yaitu dengan menurunkan kadar oksigen
dampai di bawah 12% atau mencegah terjadinya reaksi dengan oksigen.
Prinsip mengurangi oksigen (dilution), misalnya dengan menyemprotkan
gas CO2
Bahan bakar
(Fuel)
Panas (Heat)
Oksigen
(Oxygen)
Gambar 4. CARA ISOLASI (Smothering)
Cara mengisolir oksigen dapat dilakukan dengan menutup permukaan
yang terbakar, misalnya dengan blanket (gas CO, dan cairan mudah
menguap), busa kimia atau busa mekanik, dls
4. Memutus Reaksi Api (STOP THE REACTION), sesuai hasil studi di
Amerika Serikat selain dengan cara starvation, cooling, dan smothering
ada unsur keempat yang disebut "Tetrahedron Of Fire", yaitu teori radikal
bebas yang ternyata memiliki peranan besar dalam proses terjadinya nyala
api. Bahan pemadam api yang berfungsi memutus reaksi nyala api adalah
jenis serbuk kimia kering (dry chemical powder) dan gas Halon/Pasca
Halon. (NFPA 1960 - The chemical aspects of fire extinguishments).
_________halaman 07________
Bahan bakar
(Fuel)
Panas (Heat)
Oksigen
(Oxygen)
Gambar 5 : MEMUTUS REAKSI API (Stop The Reaction)
Sumber panas vang dapat menimbulkan bahaya kebakaran
1 Matahari
2 Listrik
Panas dari energi mekanik
Panas dari energi kimia
S Kompresi udara
Panas dapat berpindah tempat melalui tiga cara
1. Radiasi (pancaran), adalah paparan langsung ke arah tegak lurus melalui
pancaran gelombang elektromagnetik.
2. Konveksi (perbedaan tekanan udara), adalah perpindahan panas melalui
gerakan udara
3. Konduksi (rambatan), adalah perpindahan panas melalui media. Seperti di
balik ruangan yang terbakar dapat membakar material di ruangan
sebelahnya, panas dapat menembus melalui dinding
SEBAB-SEBAB KEBAKARAN
1. Karena kelalaian, misalnya
2. Kurang pengertian dalam pencegahan bahaya kebakaran
b. Kurang hati-hati dalam menggunakan alat atau bahan
_________halaman 08_________
c. Kurang kesadaran alau tidak disiplin
Contoh-contohnya :
a. Merokok sambil tidur-tiduran
b. Mengisi minyak pada kompor yang menyala
c. meletakkan bahan mudah terbakar sembarangan
d. Mengganti kawat sekering dengan kawat sembarangan
e. Lupa mematikan kompor, alat-alat listrik, dsb
f. Mengelas dekat bahan-bahan mudah terbakar
2. Karena peristiwa alam, misalnya :
a. Sinar matahari dapat mengakibatkan kebakaran gudang (gudang mesiu,
gudang bahan kimia, dls)
b. Letusan gunung berapi
c. Gempa bumi
d. Petir/halilintar
e. Angin topan
3. Kebakaran yang terjadi karena penyalaan sendiri (Auto-Ignition)
4. Kebakaran yang disebabkan oleh unsur kesengajaan dengan tujuan
sabotase, mencari keuntungan pribadi, menghilangkan jejak, dls.
KLASIFIKASI KEBAKARAN
1. Tujuan : agar dapat ditentukan sistem pemadaman api yang tepat
2. Batasan yang dimaksud klasifikasi kebakaran adalah penggolongan atau
pembagian kelas kebakaran berdasar atas jenis bahan yang
terbakar.
3. Teori : terjadinya perkembangan atau perubahan klasifikasi kebakaran
disebabkan oleh:
ditemukan dan dipakainya jenis bahan bakar baru yang
memiliki sifat berbeda dengan bahan bakar lainnya.
makin intensifnya pemakaian bahan bakar, baik dari segi
kuantitas maupun kualitas.
______halaman 09______
aitanuannya jenis-jonis bahan pemadam api wu yang lebih
efektif bagi kelas kebakaran tertentu
4. Perkembangan klasifikasi kebakaran
) Sebelum 1920 (diikuti oleh negara-negara seperti Amerika Utara,
Australia, Afrika Selatan dan Jepang)
Klasifikasi ini berdasar Underwriters Laboratories Amerika Serikat
Kelas A :Bahan bakar padat
Contoh : Kain, kertas, kayu, karet, plastik, disb
Kelas B Bahan bakar cair dan padat lunak (grease)
Contoh bensin, solar, spiritus, oli, dls
Kelas c Kebakaran listrik
Malah kebakaran Komponen/peralatan dimana terlibat
adanya listrik Hidup Bertepian
2) Sesudah 1970 (Klasifikasi Eropa
Klasifikasi ini dikeluarkan di Eropa pada Juni 1970 sewaktu diadakan
konvensi internasional ofch Komite Normalisasi Eropa (Comite Europeen
de Normalisation)
Kelas A Bahan bakarnya bila terbakar meninggalkan arang atau abu
Kelas B Bahan bakar cair
Contoh : bensin, solar, spiritus, oli, dls
Kelas :Bahan bakar gas (gas yang dicairkan)
Contoh : LNG, LPG (Propane, Butane), dsb
Kelas D Bahan bakar logam
Contoh : magnesium, titanium, zirconium, potassium, disb
3). Klasifikasi NFPA
NFPA (National Fire Protection Association) adalah suatu lembaga di
Amerika Serikat yang menangani ilmu pengetahuan dan pengembangan
_________halaman 10___________
tentang fire protection dalam rangka melindungi jiwa, harta beode za
lingkungan dari bahaya kebakaran.
Kelas A : Bahan bakarnya bila terbakar meninggalkan arang atau abu.
Kelas B : Bahan bakar cair atau yang sejenis (flammable liquids)
Kelas C : Kebakaran listrik (energized electrical equipments)
Kelas D : Kebakaran logam, seperti magnesium, powder aluminium,
kalium, titanium, zirconium, potasium, dls.
4). Klasifikasi U.S. COAST GUARD (Amerika Serikat)
Kelas A :Bahan bakar padat
Kelas B :Bahan bakar cair, dengan titik nyala lebih kecil dari 170
derajat F dan tidak larut dalam air (misalnya bensin,
benzene, dil).
Kelas C Bahan bakar cair, dengan titik nyala lebih kecil dari 170
derajat F dan larut dalam air (misalnya aceton, ethanol,
dil)
Kelas D
Kelas E
Kelas F
Kelas
Bahan bakar cair, dengan titik nyala sama dengan atau
lebih tinggi 170 derajat F dan tidak larut dalam air
(misalnya minyak kelapa, minyak ikan paus, minyak
trafo, dll)
:Bahan bakar cair, dengan titik nyala sama dengan atau
lebih tinggi 170 derajat F dan larut dalam air (Misalnya
gliserol, etilen, glikol, dll).
: Bahan bakar logam (misalnya magnesium, titanium
zirconium, potassium, dll).
: Kebakaran listrik
5). Klasifikasi Indonesia
Menurut Peraturan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi No.
Per.04 Men/1990, tanggal 14 April 1980 tentang syarat-syarat
Pemasangan dan Pemeliharaan Alat Pemadam Api Ringan (APAR).
__________Halaman 11__________
Posted by SHARE IT SHARE IT
at 21.25,
Add Comment
Read more
Langganan:
Komentar (Atom)