Latest Updates

TUGAS 1 TEORI Portofolio dan Analisis Investasi

NAMA : HERFANDO MAULANA ALHAFIZH
NIM : 030661532
MATA KULIAH : TUGAS 1 TEORI FORTOFOLIO & ANALISIS INVESTASI

Jelaskan empat tahapan proses yang harus dilakukan pihak tertentu untuk membuat proses investasi dengan baik ?

Jawab :
Menentukan kebijakan investasi
kebijakan investasi meliputi penentuan tujuan investasi dan besar kekayaan yang akan diinvestasikan. Tujuan investasi harus dinyatakan baik dalam tingkat keuntungan (return) maupun risiko. Jumlah dana yang diinvestasikan juga mempengaruhi return dan risiko yang ditanggung. Di samping itu dalam proses investasi perlu dipertimbangkan preferensi risiko pemodal. Hal ini mempengaruhi jenis sekuritas yang dipilih untuk alokasi dana yang ada sehingga dapat diperkirakan distribusi dana pada berbagai instrumen yang tersedia. Dengan menentukan tujuan investasi dapat ditentukan pilihan instrumen investasi yang dilakukan.
Melakukan analisis sekuritas
Analisis sekuritas berarti menilai sekuritas secara individual, dan untuk mengidentifikasi sekuritas digunakan dua filosofi berbeda, yaitu:
- Untuk sekuritas yang mispriced (harga terlalu tinggi atau terlalu rendah) dapat dengan analisis teknikal atau analisis fundamental.
- Untuk sekuritas dengan harga wajar, pemilihan sekuritas didasarkan atas preferensi risiko para pemodal, pola kebutuhan kas, dan lain-lain.
Membentuk portofolio
Dari hasil evaluasi terhadap masing-masing sekuritas, dipilih aset-aset yang akan dimasukkan dalam portofolio dan ditentukan proporsi dana yang diinvestasikan pada masing-masing sekuritas tersebut. Ini dilakukan dengan harapan risiko yang harus ditanggung terkurangi dan portofolio yang menawarkan return maksimum dengan risiko tertentu atau minimum risiko dengan return tertentu dapat terbentuk.
Merevisi portofolio
Revisi atas portofolio berarti merubah portofolio dengan cara menambah atau mengurangi saham dalam portofolio yang dianggap menarik atau tidak lagi menarik. Jika diperlukan, langkah ini dilakukan melalui pengulangan tiga tahap di atas.
Evaluasi Kinerja portofolio
Evaluasi kinerja portofolio membandingkan kinerja yang diukur baik dalam return yang diperoleh maupun risiko yang ditanggung, terhadap portofolio benchmark atau pasar.



Jelaskan beberapa risiko yang dihadapi investor ketika melakukan investasi !

Jawab :
Risiko Suku Bunga
Risiko suku bunga adalah risiko yang timbul karena nilai relatif aktiva berbunga, seperti pinjaman atau obligasi, akan memburuk karena peningkatan suku bunga. Risiko ini bisa diartikan sebagai risiko yang diakibatkan adanya perubahan suku bunga yang ada di pasaran sehingga akan mempengaruhi pendapatan investasi.
Secara umum, jika suku bunga meningkat, harga obligasi berbunga tetap akan turun, demikian juga sebaliknya. Risiko suku bunga umumnya diukur dengan jangka waktu obligasi, teknik paling tua yang sekarang digunakan untuk mengelola risiko suku bunga.
Contoh, suku bunga obligasi adakah 8-10% pada umumnya, namun kemudian pemerintah mengeluarkan Sukuk Ritel yang memiliki suku bunga hingga 12%. Dengan begitu, pastinya investor lebih suka dengan Sukuk Ritel ini.
Risiko Pasar
Risko pasar ini adalah risiko fluktuasi atau naik turunnya Nilai Aktiva Bersih (NAB) yang disebabkan oleh perubahan sentimen pasar keuangan (seperti saham dan obligasi) yang sering disebut juga dengan risiko sistematik (systematic risk), artinya risiko ini tidak bisa dihindari dan pasti akan selalu dialami oleh investor.
Hal ini bahkan bisa membuat investor mendapati capital loss. Perubahan ini bisa dikarenakan beberapa hal seperti adanya resesi ekonomi, isu, kerusuhan, spekulasi termasuk juga perubahan politik.
Contoh, isu kesehatan seorang presiden kemudian memberikan fluktuasi nilai dari rupiah terhadap dolar yang kemudian naik.
Risiko Inflasi
Risiko inflasi, juga disebut risiko daya beli, adalah peluang bahwa arus kas dari investasi tidak akan bernilai sebanyak di masa depan karena perubahan daya beli karena inflasi.
Risiko ini memiliki potensi yang merugikan daya beli masyarakat terhadap investasi dikarenakan adanya kenaikan rata-rata dari harga konsumsi
Risiko inflasi adalah risiko yang diambil oleh investor saat memegang uang tunai atau berinvestasi dalam aset yang tidak terkait dengan inflasi. Risikonya adalah bahwa nilai tunai akan berkurang oleh inflasi.
Sebagai contoh, jika seorang investor memegang 40% dari portofolio tunai  Rp10.000.000 dan inflasi berjalan pada 5%, nilai tunai portofolio akan kehilangan Rp2.000.000 per tahun (Rp10 juta x 0,4 x 0,05) karena inflasi.
Risiko Likuiditas
Risiko likuiditas adalah risiko yang muncul akibat kesulitan menyediakan uang tunai dalam jangka waktu tertentu.
Misalnya: jika suatu pihak tidak dapat membayar kewajibannya yang jatuh tempo secara tunai. Meskipun pihak tersebut memiliki aset yang cukup bernilai untuk melunasi kewajibannya, tetapi ketika aset tersebut tidak bisa dikonversikan segera menjadi uang tunai, maka Aset tersebut dikatakan tidak likuid.
Hal ini bisa terjadi jika pihak pengutang tidak dapat menjual hartanya karena tidak adanya pihak lain di pasar yang berminat membelinya.
Hal ini berbeda dengan penurunan drastis harga aktiva, karena pada kasus penurunan harga, pasar berpendapat bahwa aktiva tersebut tak bernilai. Tidak adanya pihak yang berminat menukar (membeli) aktiva kemungkinan hanya disebabkan karena kesulitan mempertemukan kedua belah pihak.
Karenanya, risiko likuiditas biasanya lebih besar kemungkinan terjadi pada pasar yang baru tumbuh atau bervolume kecil.
Risiko jenis ini memiliki kaitan dengan percepatan dari sekuritas yang diterbitkan oleh pihak perusahaan yang bisa diperdagangkan di ranah pasar sekunder.
Risiko Valas atau Nilai Tukar Mata Uang
Risiko valuta asing (Valas) adalah risiko yang disebabkan oleh perubahan kurs valuta asing di pasaran yang tidak sesuai lagi dengan yang diharapkan terutama pada saat dikonversikan dengan dengan mata uang domestik.
Risiko jenis ini berkaitan dengan sebuah fluktuasi nilai tukar rupiah terhadap mata uang negara lain. Pada umumnya, risiko jenis ini juga disebut sebagai currency risk atau dengan exchange rate risk.
Contoh; investor ingin menanamkan investasi yang mengharuskannya menggunakan mata uang US$. Di saat yang sama kurs rupiah terhadap US$ lemah, sehingga investor harus mengeluarkan rupiah dengan jumlah yang sangat banyak dari pada ketika nilai rupiah menguat.
Oleh sebab itu, menguatnya dolar terhadap rupiah bisa memberikan kerugian.
Risiko Negara
Risiko ini disebut dengan risiko politik. Hal ini didasarkan pada kondisi perpolitikan negara. Dari risiko ini juga masih ada kaitan dengan perubahan ketentuan perundang-undangan yang membuat pendapatan menurun.
Bahkan tidak mungkin jika investasi yang sudah ditanam akhirnya hilang begitu saja atau merugi. Oleh sebab itu, jika ada investor yang akan menanamkan modal di luar negeri, memang lebih baik untuk melihat kondisi politik negara tersebut. Jika kondisi politik baik, maka akan berdampak positif juga bagi dunia investasi.
Risiko Reinvestment
Risiko ini merupakan risiko yang terjadi pada penghasilan dari suatu aset keuangan yang mengharuskan perusahaan untuk melakukan aktivitas re-invest.
Jadi, ketika hendak melakukan re-invest, perusahaan harus benar-benar memahami apa itu re-invest serta bagaimana caranya agar bisa mengatur atau mengelola risiko investasi ini.
Mulai sekarang, Anda sudah paham bagaimana risiko dari investasi dapat mempengaruhi keuntungan atau kerugian investasi.
Berbagai macam risiko lainnya juga harus Anda perhatikan dengan baik termasuk ketika berhubungan dengan bunga deposito atau jenis investasi lainnya.


Sebuah saham mempunyai beta 1,3 dan tingkat pengembalian bebas risiko sebesar 7,5% dan tingkat pengembalian pasar sebesar 18%, dari data diatas tentukan !
Berapa tingkat pengembalian yang diharapkan
K = 7,5% + 18% = 25,5%
Berapa tingkat pengembalian yang diharapkan bila beta berubah menjadi 1,7
Kt = 1,7 : ( 1,7 +0,4 ) + 0,4
    = (1,7 : 2,1) + 0,4
    = 0,81 + 0,4
    = 1,21
Berapa tingkat pengembalian yang diharapkan bila beta berubah menjadi 0,8
Kt = 0,8 : ( 0,8 - 0,5 ) - 0,5
    = (0,8 : 0,3) - 0,5
    = 2,67 - 0,5
    = 2,1

Diketahui portofolio pasar saham mempunyai tingkat pengembalian sebesar      16,25 % dan simpangan baku sebesar 8,31 % ketika tingkat bunga bebas resiko sebesar    7, 12 %, hitung besar tingkat pengembalian portofolio bila simpangan baku portofolio sebesar 13,14 % ?

Diketahui :
Return of Investment (ROI) 1 = 16,25%
Simpangan baku 1 = 8,31%
Tingkat bunga bebas resiko = 7,12%
Simpangan baku 2 = 13,14%
DItanya : ROI jika simpangan baku 13,14%?
Jawaban :
ROI 2= (ROI 1 - Tingkat bunga bebas resiko) / Simpangan baku 1) x  Simapangan baku 2
= 7,12 + ( 16,25 -7,12)/8,31 ) x 13,14
= 7,12 + 9,13 x 1,581
= 7,12 + 14,43
= 21,55
Tingkat pengembalian portofolio yang diharapkan  sebesar 21,55% dimana risiko yang ditolerir  sebesar 13,14 %.

0 Response to "TUGAS 1 TEORI Portofolio dan Analisis Investasi"

Posting Komentar