Latest Updates

TUGAS 3 Teori Portofolio

TUGAS 3 Teori Portofolio
NAMA    : HERFANDO MAULANA
JURUSAN : MANAJEMEN
NIM : 030661532


1 . Diketahui rata-rata perubahan kenaikan harga selama periode 2008 sampai dengan 2016 sebesar 27 % dan rata-rata perubahan penurunan harga pada periode yang sama sebesar 36 %. Dari data tersebut hitunglah Relative Strength Index (RSI)
JAWAB :
Relative Strength Index (RSI) termasuk salah indikator yang sering digunakan oleh traders. Diperkenalkan pertama kali oleh J. Welles Wilder pada tahun 1978 dalam bukunya New Concepts in Technical Trading. Nama ”Relative Strength Index” agak misleading karena RSI tidak membandingkan relative strength antara dua sekuritas, tetapi lebih pada internal strength dari satu sekuritas yaitu kekuatan antara perubahan kenaikan harga (upward price change) dengan perubahan penurunan harga (downward price change). RSI menghitung momentum harga. Adapun formula perhitungan Relative Strength Index sebagai berikut

RSI =100-{100/(1+R)}
 R = U/D
 U = rata-rata perubahan kenaikan harga (An average of upward price change).
 D = rata-rata perubahan penurunan harga (An average of downward price change).

Adapun U = 27% dan D 36%.
RSI = 100 – [ 100 / (1 + R)]
= 100 – [100 / (1+ (0,27/0,36)]
= 100 – 57,14286
= 42,85714

RSI biasanya mencapai puncaknya di atas level 70 dan bottoms di bawah level 30. RSI 70 berarti saham sudah terlalu banyak dibeli/overbought (time to sell) dan RSI 30 berarti saham sudah terlalu banyak dijual/oversold (time to buy).

Berdasarkan teori tersebut RSI tersebut dapat diinterpretasikan bahwa saham dalam posisi tidak terlalu banyak dibeli atau dijual , karena berada pada rentang 30>x<70.


2 Jelaskan pasar yang efisiensi berdasarkan  nilai informasi menurut Fama (1970)
JAWAB :
Fama (1970) mendefinisikan pasar yang efisiensi sebagai berikut yakni Suatu pasar sekuritas dikatakan efisiensi jika harga-harga sekuritas “mencerminkan secara penuh” informasi yang tersedia. Definisi dari Fama ini menekankan pada dua aspek, yaitu “fully reftect” dan information available”. Pengertian dari fully reftect menunjukan bahwa harga dari sekuritas secara akurat mencerminkan informasi yanga ada. Pasar dikatakan efisien menurut versi Fama ini jika dengan menggunakan informasi yang tersedia (information available), investor-investor secara akurat dapat mengekspentasi harga dari sekuritas bersangkutan.
Definisi efisiensi pasar ini menimbulkan banyak perdebatan. Beaver (1989) menyatakan bahwa definisi itu tidak jelas, tidak operasional dan sirkular. Misalnya terdapat informasi baru yang masuk ke pasar menjadi menjadi tersedia untuk semua pelaku pasar dan kemudian terlihat bahwa harga dari sekuritas yang berhubungan dengan informasi ini berunah. Karena informasi yang dibutuhkan tersedia dan harga berubah secara mencerminkan penuh informasi ini, maka secara definisi dapat dikatakan bahwa pasar adalah efisien. Permasalahan lain dari definisi efisiensi pasar ini adalah menyangkut akurasi ekspektasi dari investor-investor terhadap harga sekuritas.
Fungsi dari harga-harga di masa mendatang akibat informasi yang tersedia menjadi benchmark yang kemudian dibandingkan dengan funsi harga-harga dimasa datang yang terjadi karena informasi yang benar-benar digunakan oleh pasar. Perbedaan harga dari kedua fungsi tersebut dianggap sebagai pasar yang tidak efisien.

3 Jelaskan tiga strategi yang dipergunakan untuk mengelola opsi !
JAWAB :

STRATEGI OPTION
Dalam perdagangan option terdapat beberapa strategi yang dapat dikelompokan sebagai berikut:

Strategi terbuka
Strategi terbuka (naked strategies) melibatkan penggunaan terpisah dari setiap posisi option yaitu: strategi pembelian call (long position), strategi penjualan call option (short/writing position), strategi penjualan put dan strategi pembelian put. Posisi-posisi tersebut disebut strategi terbuka, karena tidak melibatkan posisi pemyeimbangan (off-setting) atau posisi cegah resiko pada option atau saham yang mendasari yang lain. Laba rugi yang dihasilkan dari masing-masing strategi tergantung dari harga saham yang mendasari pada tanggal kadaluarsa (dengan asumsi option tidak dilaksanakan atau dijual sebelum tanggal kadaluarsa). Kerugian maksimal yang ditanggung oleh pembeli option adalah sebesar harga option. Pada saat yang bersamaan, pembeli option dapat memperoleh keuntungan dari pergerakan harga saham yang baik (peningkatan harga bagi call option dan penurunan harga bagi put option) dikurangi dengan harga option. Sebaliknya, laba maksimal yang dapat diperoleh oleh penjual option adalah sebesar harga option. Sementara itu, penjual option tetap menghadapi seluruh resiko yang berhubungan dengan pergerakan harga yang tidak baik.

Strategi pembelian call merupakan strategi option yang paling langsung dalam memperoleh keuntungan dari peningkatan harga saham, dan pada saat yang bersamaan, membatasi kerugian maksimal terhadap harga option. Daya tarik spekulatif dari call option adalah option ini memberikan kesempatan bagi investor untuk menangkap pergerakan harga dari lebih banyak saham dalam nilai tertentu. Investor yang merasa harga saham akan mengalami penurunan atau perubahan yang sangat kecil, dapat memperoleh pendapatan dengan jalan menjual call option. Laba rugi yang diterima penjual option merupakan refleksi dari laba rugi pembeli option.

Strategi tertutup/cegah resiko
Berlawanan dengan strategi terbuka, strategi tertutup (covered or hedge strategies) melibatkan posisi dalam option dan juga posisi dalam saham yang mendasari. Tujuan strategi ini adalah mengimbangi setiap pergerakan harga yang tidak diinginkan melalui perolehan keuntungan dari posisi lainnya. Dua strategi tertutup yang paling sering digunakan adalah strategi penjualan call tertutup (covered call writing strategy) dan strategi pembelian put terlindungi (protective put buying strategy). Strategi penjualan call tertutup melibatkan posisi penjualan call option atas saham yang dimiliki investor dalam portofoilionya. Yaitu investor mengambil posisi jual pada call option atas saham dengan posisi beli. Jika harga saham menurun, akan timbul kerugian akibat posisi beli saham. Namun pendapatan yang diperoleh dari penjualan call option akan mengagnti seluruh kerugian, sebagian kerugian, atau lebih besar dari kerugian yang diderita sehingga memberikan laba bagi investor.

Strategi kombinasi
Dalam strategi kombinasi, call option dan put option dari saham mendasari yang sama dengan harga pelaksanaan tanggal kadaluarsa yang sama dijual atau dibeli. Jika posisi dan jumlah put option sama dengan call option, maka strategi ini disebut “straddle” yang merupakan jenis strategi gabungan yang paling terkenal.

2. Strategi selisih hasil (spread strategy)

Dalam strategi ini melibatkan posisi pada satu atau lebih option sehingga biaya pembelian option didanai sepenuhnya atau sebagian dari hasil penjualan option lain dengan aktiva mendasari (underlying asset) yang sama. Strategi spread memiliki beberapa bentuk seperti bull spread, bear spread, vertical spread, horizontal spread, diagonal spread, dan butterfly spread. Sebagai contoh dalam bull spread, investor membeli put option “out of the money” yang dananya berasal dari penjualan call option “out of money” dengan underlying asset yang sama.

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI HARGA OPSI

Harga underlying asset dan exercise price (harga pelaksanaan)
Jika suatu call option dilaksanakan pada suatu waktu di masa yang akan datang, pembayarannya sebesar selisih lebih dari harga underlying asset yang melebihi dari exercise price. Suatu call option akan menjadi lebih bernilai jika harga underlying asset meningkat dan kurang bernilai jika exercise price meningkat.

2. Tanggal Jatuh Tempo

Untuk tipe Amerika, dari kedua macam option baik call option maupun put option menjadi lebih berharga jika jatuh temponya semakin meningkat. Sementara untuk tipe eropa nilai terhadap option baik call mupun put option tidak terpengaruh dengan jatuh tempo, hal ini berkenaan dengan waktu pelaksanaan hak. Berikut ilustrasi ketergantungan call dan put option terhadap lamanya waktu jatuh tempo.

3. Volatility Volatility atas underlying asset

Adalah sebagai ukuran tingkat ketidakpastian mengenai pergerakan underlying tersebut dimasa datang. Jika volatility semakin meningkat maka akan semakin meningkat pula peluang underlying asset mengalami peningkatan atau malah menurun

4 Jelaskan apa yang dimaksud dengan kontrak forward/futures dan transaksi SWAP !
JAWAB :
Kontrak serah atau yang dalam bahasa asing disebut forward contract adalah suatu persetujuan antara dua belah pihak untuk menjual atau membeli suatu aset (atau bentuk apapun juga) di suatu waktu yang telah ditetapkan sebelumnya. Oleh karena itu, tanggal penjualan dan tanggal penyerahan barang dilakukan berbeda. Kontrak serah ini digunakan untuk mengendalikan dan meminimalkan risiko, sebagai contoh risiko perubahan nilai mata uang (contoh:kontrak forward untuk transaksi mata uang) atau transaksi komoditi(contoh: kontrak serah untuk minyak bumi).

Satu pihak setuju untuk membeli, pihak lain menjual, untuk suatu harga yang telah disetujui sebelumnya. Saat terjadi transaksi forward, belum terjadi pertukaran/pembayaran uang. Pembayaran dan pengiriman barang dilakukan sesuai dengan jadwal dan aturan yang telah disepakati.

Harga forward berbeda dengan harga spot atau harga pada saat asset tersebut berpindah tangan {pada waktu tersebut (spot), biasanya dua hari kerja}.

Istilah
Kontrak serah atau kontrak forward adalah merupakan bentuk dari kontrak berjangka sederhana yang diperdagangkan di luar bursa ( over the counter-OTC) sedangkan bentuk kontrak berjangka lainnya yang disebut dengan kontrak berjangka atau sering juga dikenal dengan istilah "kontrak future" yaitu kontrak berjangka yang diperdagangkan di bursa berjangka.

Di Indonesia kontrak forward (kontrak serah) dibuat atas dasar kesepakatan dua belah pihak yang bertransaksi dan dapat dilakukan dimana saja, sedangkan kontrak berjangka telah ditetapkan secara standar dan hanya dapat diperdagangkan di bursa berjangka. Kontrak forward selalu diakhiri dengan penyerahan barang secara fisik, sedangkan kontrak berjangka dapat ditutup dengan tiga cara yaitu penyerahan barang atau penyerahan secara tunai, mengambil posisi sebaliknya dari posisi yang dimiliki sekarang, dan pertukaran dengan transaksi fisik (exchange for physical).Kemudian transaksi kontrak berjangka dilakukan dengan penyerahan margin yang relatif kecil dibanding dengan nilai kontrak dan dijamin serta diselesaikan oleh Lembaga Kliring setiap hari.
Transaksi SWAP adalah transaksi keuangan antara dua pihak yang mempunyai kepentingan jetika transaksi ini memberikan keuntungan kepada kedua pihak. Transaksi SWAP ini dapat dilakukan dengan dua transaksi yang sangat terkenal yaitu transaksi SWAP tingkat bunga dan transaksi SWAP valuta asing. Transaksi SWAP tingkat bunga yang dimaksudkan yaitu pihak yang melakukan transaksi ingin mengubah tingkat bunga yang saat ini dimiliki, misalnya tingkat bunga tetap menjadi tingkat bunga mengambang, dan sebaliknya. Artinya pihak bertransaksi ingin mengubah tingkat bunga dari mengambang menjadi tetap atau dari tingkat bunga tetap menjadi tingkat bunga mengambang. Untuk kasus SWAP tingkat bunga maka transaksi yang bisa dilakukan yaitu pinjaman dan investasi. Pihak tertentu memiliki pinjaman dengan tingkat bunga tetap diubah menjadi tingkat bunga mengambang dan sebaliknya. Demikian juga, pihak tertentu mempunyai investasi yang hasil pengembaliannya (sering disebut kupon) dengan tingkat bunga tetap akan diubah menjadi tingkat bunga mengambang atau sebaliknya.
Pihak yang melakukan transaksi SWAP ini melakukan perubahan dikarenakan sifat dari usaha atau kemampuan yang dimilikinya. Biasanya yang terjadi perusahaan ingin melakukan perubahan dari tingkat bunga mengambang menjadi tetap dikarenakan kemudahan pihak tersebut melakukan perhitungan atas bisnisnya. Bila pengeluaran tingkat bunga dapat dipastikan maka pengusaha tersebut dapat memastikan segala aktivitas bisnis yang dilakukan. Bila tingkat bunga mengambang yang diinginkan biasanya tingkat bunga tersebut juga pasti bisa diramalkan pada kisaran tertentu.
Berbagai perusahaan sering kali membutuhkan dna dalam bentuk valuta lain bukan valuta ketika perusahaan tersebut berlokasi atau valuta local dan memiliki valuta asing yang cukup besar. Oleh karenanya, transaksi SWAP valuta asing ini dapat membantu dalam tingkat bunga maupun valutanya sendiri. Transaksi SWAP valuta ini banyak dilakukan dengan bantuan bank sebagai lembaga perantara. Misalnya Inco mempunyai pendapatan dalam valuta asing yang cukup besar, tetapi pembayarannya banyak sekali dalam bentuk valuta lokal Rupiah. Oleh karenanya, Rupiahnya dicari dan valuta asingnya dijual dan dibuat agreement dalam jangka pendek maupun jangka panjang.
Adab transaksi ini dpat dikategorikan menjadi dua kelompok besar yaitu valuta swap tingkat bunga tetap dengan tingkat bunga mengambang dan valuta swap tingkat bunga tetap dengan tingkat bunga tetap. Shapiro (2006) menyatakan bahwa valuta swap tingkat bunga tetap dikonversikan kepada tingkat bunga mengambang.

Tugas 2 Teori Portofolio dan investasi

Tugas 2 Teori Portofolio dan investasi
NAMA : HERFANDO MAULANA ALHAFIZH
NIM : 030661532
MATA KULIAH : TUGAS PORTOFOLIO & ANALISIS INVESTASI


Jelaskan 3 ukuran yield obligasi yang sering digunakan para dealer dan portofolio manager !
JAWAB :

Yield Sekarang
Investor  obligasi biasanya ingin tahu berapa  yield  yang  diperoleh  pada  saat memegang obligasi.  Adapun Yield  sekarang merupakan  yield  dihasilkan obligasi sekarangin idengan dihubungkan kupon  yang  di setahunkan  dan harga pasar dari obligasi tesebut.
Seringkali  para  Manager  Investasi  yang  mengelola portofoliome manfaatkan yield   sekarang ini sebagai ukuran untuk melakukan investasi.   Hal   ini dilakukan dikarenakan ketidakpastian tingkat bunga  yang  berlaku  di  masa depan.

Adapun  yield sekarang dari obligasi tersebut sebesar  21,8%.   Harga  pasar Obligasi   yang   menurun di bawah harga   nominal   mengakibatkan   Yield sekarang  yang  diperoleh  investor  obligasi tersebut semakin besar melebihi kupon obligasi  yang  bersangkutan.  Yield  ini digunakan manajer Investasi untuk membeli obligasi yang bersangkutan ke dalam portofolio walaupun tingkat bunga yang berlaku lebih besar dari kupon obligasi.

Yield sampai Jatuh Tempo
Pemilik dana sering juga tidak mau menjual obligasi sampai pada jatuh tempo. Artinya,  Obligasi  yang  dibeli tersebut di pegang terus sampai jatuh  tempo.  Perubahan tingkat bunga  yang  diputuskan Pemerintah seakan-akan tidak berpengaruh terhadap pemegang obligasi. Yield   sampai Jatuh   Tempo merupakan tingkat pengembalian  internal  dari investasi  yang  bersangkutan.

Yield untuk membeli kembali (yield to call)
Ada juga penerbit obligasi ingin obligasi tersebut dapat dibeli kembali sebelum jatuh  tempo.    Artinya penerbit obligasi mempunyai hak untuk membeli obligasi  dan  dituangkan  pada  perjanjian awal ketika obligasi di terbitkan.  Pembelian obligasi  oleh  penerbit umumnya obligasi sudah berlangsung dua sampai  4  tahun.    Bila penerbit membeli setelah tahun ke empat kelihatannya tidak begitu menarik karena tinggal jatuh tempo sehingga sangat layak untuk menunggu sampai jatuh  tempo.      Adapun  yield untuk adanya kasus penerbit dapat membeli kembali obligasi  yang  diterbitkannya  pada  periode tertentu disebut dengan  yield  to  call (YTC).    Perhitungan dari  yield  to  call  yaitu arus kas  yang  diperoleh sampai di beli  oleh  emiten penerbit dari obligasi tersebut


Jelaskan tiga kondisi yang harus dipenuhi oleh imunisasi portofolio untuk mencapai hasil yang immun!
JAWAB :
Periode investasi dapat dijadikan patokan untuk menentukan obligasi yang akan dimasukkan ke dalam portofolio. Apabila periode investasi adalah lima tahun, maka investor dapat memilih obligasi yang memiliki berbagai jangka waktu jatuh tempo, ada yang lebih dan ada yang kurang dari lima tahun. Durasi masing-masing obligasi dihitung menggunakan Macaulay duration karena berkaitan dengan jangka waktu pengembalian investasi. Melalui pengaturan proporsi nilai principal masing-masing obligasi dalam portofolio dapat dihasilkan durasi portofolio yang sama dengan jangka waktu investasi, yaitu lima tahun.

Nama dan rating obligasi. Nama dan peringkat (rating) obligasi yang dimasukkan ke dalam portofolio tidak secara langsung (secara kuantitatif) memengaruhi perhitungan. Obligasi dengan rating tinggi diterbitkan oleh perusahaan yang bagus, sehingga risiko gagal bayarnya kecil. Kupon dan risiko obligasi rating tinggi lebih kecil dari pada kupon dan risiko obligasi rating rendah.

Settlement date adalah tanggal pembelian obligasi. Tanggal pembelian obligasi belum tentu sama untuk setiap obligasi yang di masukkan ke dalam portofolio karena ke tersediaan obligasi tersebut di pasar dan pembelian dalam jumlah besar belum tentu tersedia semuanya di pasar pada tanggal yang sama.

Maturity date adalah tanggal jatuh tempo masing-masing obligasi yang dimasukkan ke dalam portofolio. Pilih obligasi jangka panjang dan jangka pendek yang dapat memberikan return maksimum dan portofolio obligasi tersebut dapat di imunisasi sesuai dengan jangka waktu investasi dan memenuhi pula persyaratan kualitatif yang ditentukan oleh investor. Program simulasi obligasi dapat membantu pemilihan obligasi yang akan  dimasukkan ke dalam portofolio. Melalui simulasi dapat diketahui perkiraan kemampuan maksimum portofolio tersebut menghasilkan return.

Reinvestment rate yaitu tingkat bunga yang digunakan untuk menginvestasikan kembali kupon yang diterima. Secara teoretis, kupon dapat diinvestasikan dengan return sebesar yield to maturity (YTM). Tetapi, tidak ada jaminan bahwa setelah kupon diterima kita dapat menginvestasikan dengan return sebesar YTM tersebut, bisa lebih rendah, bisa pula lebih tinggi. Dalam simulasi, kita asumsikan reinvestment rate lebih rendah dari pada market rate. Pada obligasi yang diimunisasi, perubahan reinvestment rate tersebut tidak memengaruhi cash flow di titik durasi secara signifikan.

Dalam menyusun portofolio, maka portofolio harus dibuat bahwa durasi asset sama dengan durasi asset kewajiban. Secara sederhana, portofolio yang dibangun yaitu membeli obligasi yang jatuh tempo sama dengan kewajibannya. Kemudian disperse (naik turun) asen dan kewajiban dibuat sama besar serta nilai asset lebih besar dari nilai sekarang kewajiban. Artinya kondisi yang dimiliki portofoilio imunisasi periode tunggal sama juga pada periode banyak.

a) Jelaskan yang dimaksud dengan nilai buku !
Nilai Buku adalah nilai sebuah aset yang dinyatakan dalam pembukuan. Nilai buku biasanya dihitung dengan cara mengurangi nilai aset terhadap akumulasi depresiasi atau penyusutannya. Nilai buku juga dapat dihitung dengan mengurangi total asset dengan aset tidak berwujud dan liabilitas. “Lalu apa nilai buku itu ?” nilai buku itu sendiri adalah nilai atau valuasi suatu perusahaan apabila diharuskan untuk dilikuidasi (dijual karena bangkrut).

b) Sebuah perusahaan mempunyai nilai buku sebesar Rp.520,00 pada akhir tahun X1 dan sebesar Rp.585,00 pada akhir tahun X2 dan saat ini masih di awal tahun X1 ketika harga sahamnya sebesar Rp.7.000,00 diperdagangkan dibursa. Hitunglah berapa rasio saham dengan nilai bukunya !
Rasio Harga terhadap nilai buku :
PBV = Harga Saham : Nilai Buku
= Rp 7.000,- : Rp 520,-
= 13,46 x
Dapat disimpulkan harga Rp 7.000,- merupakan harga yang mahal dibanding nilai bukunya Rp 520,- dan dari hasilnya PBV 13,46 x yang juga dapat disimpulkan harga saham mahal karena diatas 1x.

Jelaskan model harga saham dengan deviden menurut walter dengan asumsi !

Teori dividen model Walter ini berpendapat bahwa selama keuntungan yang diperoleh dari reinvestasi lebih tinggi disbanding dengan biayanya, maka reinvestasi tersebut cenderung akan meningkatkan harga saham atau nilai perusahaan. Walter mengemukakan untuk menghitung besarnya harga saham sebagai berikut :

P = DPS + r / Cc (EPS-DPS)
Cc
Dimana :
P = Harga Saham
EPS = Laba per lembar saham
DPS = Dividen per lembar saham
r = Return dari reinvestasi
Cc = Biaya modal sendiri

TUGAS 1 TEORI Portofolio dan Analisis Investasi

TUGAS 1 TEORI Portofolio dan Analisis Investasi
NAMA : HERFANDO MAULANA ALHAFIZH
NIM : 030661532
MATA KULIAH : TUGAS 1 TEORI FORTOFOLIO & ANALISIS INVESTASI

Jelaskan empat tahapan proses yang harus dilakukan pihak tertentu untuk membuat proses investasi dengan baik ?

Jawab :
Menentukan kebijakan investasi
kebijakan investasi meliputi penentuan tujuan investasi dan besar kekayaan yang akan diinvestasikan. Tujuan investasi harus dinyatakan baik dalam tingkat keuntungan (return) maupun risiko. Jumlah dana yang diinvestasikan juga mempengaruhi return dan risiko yang ditanggung. Di samping itu dalam proses investasi perlu dipertimbangkan preferensi risiko pemodal. Hal ini mempengaruhi jenis sekuritas yang dipilih untuk alokasi dana yang ada sehingga dapat diperkirakan distribusi dana pada berbagai instrumen yang tersedia. Dengan menentukan tujuan investasi dapat ditentukan pilihan instrumen investasi yang dilakukan.
Melakukan analisis sekuritas
Analisis sekuritas berarti menilai sekuritas secara individual, dan untuk mengidentifikasi sekuritas digunakan dua filosofi berbeda, yaitu:
- Untuk sekuritas yang mispriced (harga terlalu tinggi atau terlalu rendah) dapat dengan analisis teknikal atau analisis fundamental.
- Untuk sekuritas dengan harga wajar, pemilihan sekuritas didasarkan atas preferensi risiko para pemodal, pola kebutuhan kas, dan lain-lain.
Membentuk portofolio
Dari hasil evaluasi terhadap masing-masing sekuritas, dipilih aset-aset yang akan dimasukkan dalam portofolio dan ditentukan proporsi dana yang diinvestasikan pada masing-masing sekuritas tersebut. Ini dilakukan dengan harapan risiko yang harus ditanggung terkurangi dan portofolio yang menawarkan return maksimum dengan risiko tertentu atau minimum risiko dengan return tertentu dapat terbentuk.
Merevisi portofolio
Revisi atas portofolio berarti merubah portofolio dengan cara menambah atau mengurangi saham dalam portofolio yang dianggap menarik atau tidak lagi menarik. Jika diperlukan, langkah ini dilakukan melalui pengulangan tiga tahap di atas.
Evaluasi Kinerja portofolio
Evaluasi kinerja portofolio membandingkan kinerja yang diukur baik dalam return yang diperoleh maupun risiko yang ditanggung, terhadap portofolio benchmark atau pasar.



Jelaskan beberapa risiko yang dihadapi investor ketika melakukan investasi !

Jawab :
Risiko Suku Bunga
Risiko suku bunga adalah risiko yang timbul karena nilai relatif aktiva berbunga, seperti pinjaman atau obligasi, akan memburuk karena peningkatan suku bunga. Risiko ini bisa diartikan sebagai risiko yang diakibatkan adanya perubahan suku bunga yang ada di pasaran sehingga akan mempengaruhi pendapatan investasi.
Secara umum, jika suku bunga meningkat, harga obligasi berbunga tetap akan turun, demikian juga sebaliknya. Risiko suku bunga umumnya diukur dengan jangka waktu obligasi, teknik paling tua yang sekarang digunakan untuk mengelola risiko suku bunga.
Contoh, suku bunga obligasi adakah 8-10% pada umumnya, namun kemudian pemerintah mengeluarkan Sukuk Ritel yang memiliki suku bunga hingga 12%. Dengan begitu, pastinya investor lebih suka dengan Sukuk Ritel ini.
Risiko Pasar
Risko pasar ini adalah risiko fluktuasi atau naik turunnya Nilai Aktiva Bersih (NAB) yang disebabkan oleh perubahan sentimen pasar keuangan (seperti saham dan obligasi) yang sering disebut juga dengan risiko sistematik (systematic risk), artinya risiko ini tidak bisa dihindari dan pasti akan selalu dialami oleh investor.
Hal ini bahkan bisa membuat investor mendapati capital loss. Perubahan ini bisa dikarenakan beberapa hal seperti adanya resesi ekonomi, isu, kerusuhan, spekulasi termasuk juga perubahan politik.
Contoh, isu kesehatan seorang presiden kemudian memberikan fluktuasi nilai dari rupiah terhadap dolar yang kemudian naik.
Risiko Inflasi
Risiko inflasi, juga disebut risiko daya beli, adalah peluang bahwa arus kas dari investasi tidak akan bernilai sebanyak di masa depan karena perubahan daya beli karena inflasi.
Risiko ini memiliki potensi yang merugikan daya beli masyarakat terhadap investasi dikarenakan adanya kenaikan rata-rata dari harga konsumsi
Risiko inflasi adalah risiko yang diambil oleh investor saat memegang uang tunai atau berinvestasi dalam aset yang tidak terkait dengan inflasi. Risikonya adalah bahwa nilai tunai akan berkurang oleh inflasi.
Sebagai contoh, jika seorang investor memegang 40% dari portofolio tunai  Rp10.000.000 dan inflasi berjalan pada 5%, nilai tunai portofolio akan kehilangan Rp2.000.000 per tahun (Rp10 juta x 0,4 x 0,05) karena inflasi.
Risiko Likuiditas
Risiko likuiditas adalah risiko yang muncul akibat kesulitan menyediakan uang tunai dalam jangka waktu tertentu.
Misalnya: jika suatu pihak tidak dapat membayar kewajibannya yang jatuh tempo secara tunai. Meskipun pihak tersebut memiliki aset yang cukup bernilai untuk melunasi kewajibannya, tetapi ketika aset tersebut tidak bisa dikonversikan segera menjadi uang tunai, maka Aset tersebut dikatakan tidak likuid.
Hal ini bisa terjadi jika pihak pengutang tidak dapat menjual hartanya karena tidak adanya pihak lain di pasar yang berminat membelinya.
Hal ini berbeda dengan penurunan drastis harga aktiva, karena pada kasus penurunan harga, pasar berpendapat bahwa aktiva tersebut tak bernilai. Tidak adanya pihak yang berminat menukar (membeli) aktiva kemungkinan hanya disebabkan karena kesulitan mempertemukan kedua belah pihak.
Karenanya, risiko likuiditas biasanya lebih besar kemungkinan terjadi pada pasar yang baru tumbuh atau bervolume kecil.
Risiko jenis ini memiliki kaitan dengan percepatan dari sekuritas yang diterbitkan oleh pihak perusahaan yang bisa diperdagangkan di ranah pasar sekunder.
Risiko Valas atau Nilai Tukar Mata Uang
Risiko valuta asing (Valas) adalah risiko yang disebabkan oleh perubahan kurs valuta asing di pasaran yang tidak sesuai lagi dengan yang diharapkan terutama pada saat dikonversikan dengan dengan mata uang domestik.
Risiko jenis ini berkaitan dengan sebuah fluktuasi nilai tukar rupiah terhadap mata uang negara lain. Pada umumnya, risiko jenis ini juga disebut sebagai currency risk atau dengan exchange rate risk.
Contoh; investor ingin menanamkan investasi yang mengharuskannya menggunakan mata uang US$. Di saat yang sama kurs rupiah terhadap US$ lemah, sehingga investor harus mengeluarkan rupiah dengan jumlah yang sangat banyak dari pada ketika nilai rupiah menguat.
Oleh sebab itu, menguatnya dolar terhadap rupiah bisa memberikan kerugian.
Risiko Negara
Risiko ini disebut dengan risiko politik. Hal ini didasarkan pada kondisi perpolitikan negara. Dari risiko ini juga masih ada kaitan dengan perubahan ketentuan perundang-undangan yang membuat pendapatan menurun.
Bahkan tidak mungkin jika investasi yang sudah ditanam akhirnya hilang begitu saja atau merugi. Oleh sebab itu, jika ada investor yang akan menanamkan modal di luar negeri, memang lebih baik untuk melihat kondisi politik negara tersebut. Jika kondisi politik baik, maka akan berdampak positif juga bagi dunia investasi.
Risiko Reinvestment
Risiko ini merupakan risiko yang terjadi pada penghasilan dari suatu aset keuangan yang mengharuskan perusahaan untuk melakukan aktivitas re-invest.
Jadi, ketika hendak melakukan re-invest, perusahaan harus benar-benar memahami apa itu re-invest serta bagaimana caranya agar bisa mengatur atau mengelola risiko investasi ini.
Mulai sekarang, Anda sudah paham bagaimana risiko dari investasi dapat mempengaruhi keuntungan atau kerugian investasi.
Berbagai macam risiko lainnya juga harus Anda perhatikan dengan baik termasuk ketika berhubungan dengan bunga deposito atau jenis investasi lainnya.


Sebuah saham mempunyai beta 1,3 dan tingkat pengembalian bebas risiko sebesar 7,5% dan tingkat pengembalian pasar sebesar 18%, dari data diatas tentukan !
Berapa tingkat pengembalian yang diharapkan
K = 7,5% + 18% = 25,5%
Berapa tingkat pengembalian yang diharapkan bila beta berubah menjadi 1,7
Kt = 1,7 : ( 1,7 +0,4 ) + 0,4
    = (1,7 : 2,1) + 0,4
    = 0,81 + 0,4
    = 1,21
Berapa tingkat pengembalian yang diharapkan bila beta berubah menjadi 0,8
Kt = 0,8 : ( 0,8 - 0,5 ) - 0,5
    = (0,8 : 0,3) - 0,5
    = 2,67 - 0,5
    = 2,1

Diketahui portofolio pasar saham mempunyai tingkat pengembalian sebesar      16,25 % dan simpangan baku sebesar 8,31 % ketika tingkat bunga bebas resiko sebesar    7, 12 %, hitung besar tingkat pengembalian portofolio bila simpangan baku portofolio sebesar 13,14 % ?

Diketahui :
Return of Investment (ROI) 1 = 16,25%
Simpangan baku 1 = 8,31%
Tingkat bunga bebas resiko = 7,12%
Simpangan baku 2 = 13,14%
DItanya : ROI jika simpangan baku 13,14%?
Jawaban :
ROI 2= (ROI 1 - Tingkat bunga bebas resiko) / Simpangan baku 1) x  Simapangan baku 2
= 7,12 + ( 16,25 -7,12)/8,31 ) x 13,14
= 7,12 + 9,13 x 1,581
= 7,12 + 14,43
= 21,55
Tingkat pengembalian portofolio yang diharapkan  sebesar 21,55% dimana risiko yang ditolerir  sebesar 13,14 %.